Tampilkan postingan dengan label quotes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label quotes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 September 2012

Buat Biru


Kita hanyalah sebuah tanda tanya besar yang menggantung tinggi
Diatas barisan bukit bukit penuh huruf yang beterbangan
Kita hanyalah kata kata yang tak mampu diucapkan
Yang dipendam rapat rapat untuk dilupakan
Kita hanyalah rona merah pada senja yang dengan cepat
Berganti malam dan tergantikan dengan bintang
Kita hanyalah noda noda pada apa yang kita sebut sebuah karya
Kita hanyalah kesalahan atas apa yang tak bisa dilanjutkan


***

Haruskah aku menunggumu yang menunggunya
Mawar telah berubah warna dan musim telah berubah rasa
Hatiku bukan apa apa yang mati separuhnya
Haruskah kukejar sebuah kita jika tak ada ahirnya
Aku lelah dan kau selalu berpaling

***

Buatku, kamu bukan hanya sekedar hijau dan kuning yang bermetamorfosa membentuk sebuah warna. Bagiku kamu bukanlah sebuah warna yang menggantung di langit sana. Bagiku kamu adalah sebuah tanya. Masih sebuah tanya yang melekat mengering dan tetap disana. Masih seperti saat pertama kulogat namamu pada hujan gerimis senja. Masih seperti saat terakhir kubiaskan bayangmu pada sepulir angin ke puncak cakrawala. Bukanlah sebuah apa.

***

Kelopak krisan putih terlepas dari tangkainya
 Menemuiku yang menyapa angin
 Masih hijau di padang sahara
Saat dandelion merontokkan pulirnya sendiri
 Inikah kerapuhan yang kau ingin aku miliki?



Cintakah, bu?


Ibu,
Cintakah yang membawa ayah pada ibu lalu pada kami : anak anakmu
Cintakah yang membawa ayah pergi lama tapi selalu kembali
Masih untuk kami : anak anakmu
Cintakah yang membawamu pada malam malam sunyi dan berdoa
Untuk kami juga
Cintakah yang membahagiakan kami
Memperjuangkan untuk apa yang disebut masa depan
Mempertahankan untuk apa yang disebut keluarga
Cintakah yang berkorban memberi tanpa berharap menerima
Cintakah yang melukai dan rela menunggu lama
Cintakah itu bu?

Tanya Buat Ibu


Ibu,
Kesederhanaan disini sekarang tak lagi terbeli
Hidup tak sebatas menerima dan menjalani apa yang telah diberi
Hidup tentang berlomba menunjukkan harga diri
Menunjukkan dimana letak kepantasan kita
Dan kepentasan mungkin juga

Kesederhanaan bukan lagi tentang realita dan bagaimana menghadapi itu
Kesederhanaan adalah tentang berapa mobil di garasi rumah kita
Adalah tentang berapa digit tabungan kita
Adalah tentang berapa rumah kita
Adalah tentang apa yang kita miliki dan kita hargai
Kesederhanaan mahal,bu

Kesederhanaan adalah tentang dengan sepatu apa kita berlari
Bukan lagi tentang seberapa cepat kita berlari tanpa alas sekalipun
Kesederhanaan adalah tentang merek baju yang kita pakai
Bukan lagi tentang menutup tubuh kita
Dan seberapa etis kita mengenakannya
Kesederhanaan adalah tentang berapa
Dan berapa tidaklah sedikit, bu

Kesederhanaan adalah tentang apa yang kita makan
Bukan tentang bagaimana kita mendapatkannya
Dan apa yang dapat diberikan makanan itu kepada kita
Kesederhanaan adalah tentang apa warna wajah kita
Bukan tentang apa warna hati kita
Kesederhanaan adalah tentang sajadah baru
Bukan tentang se takzim apa kita berdoa dan menghadap-Nya
Kesederhanaan adalah tentang kasur besar empuk
Bukan tentang seberapa nyenyak dan nyaman kita bisa tidur

Kesederhanaan itu mahal, bu
Masih mampukah kita membelinya?

Blah Blah Blah


Kita Cuma titik titik penuh cemburu
Yang iri pada titik lainnya
Tapi bergabung juga membentuk garis
Sebagai garis kita masih penuh curiga
Atas konspirasi seperti biasa
Kita mulai membentuk berbagai lengkungan dan sudut
Masih tak tahu malu, kita bentuk bangun bangun
Yang pada keadaan tak memungkinkan sekalipun,
Kita masih bernafsu untuk menghidupkannya,
Menegakkannya, dan menjadikannya ruang
Sekedar untuk bernafas lega atau mati pelan pelan

Pada buku kotak kotak kecil yang kubeli dulu
Ada lebih dari ribuan garis garis pena
Guratan guratan kasar, bentuk bentuk aneh
Untuk sekedar menafsirkan apa yang dimaksud dengan kata kata
Dan keculasan angka angka yang disebut matematika
Sampai sekarang aku masih saja percaya
Satu tambah satu sama dengan dua
Padahal bapak dan ibu saya
Anaknya tiga

Mungkin titik beranak pinak menjadi banyak
Menyatu membentuk apa yang kita sebut gambar
Tapi ini hanya teori busuk saya saja
Tapi ya seperti kata orang siapa siapa
Buah tak jatuh jauh dari pohonnya
Titik terbuat tak jauh dari bolpennya
Maka garis terbuat tak jauh dari titiknya
Wong katanya garis saja kumpulan titik
Ya mesti saja sifatnya sama

Jika titik satu warnanya merah
Biasanya titik dekatnya merah juga
Kadang merah kehijauan kalau musim kawin
Tapi itu bukan urusan saya
Yang jelas,
Kalau titik merah bilang batu itu seperti tempe
Titik merah lainnya juga bilang begitu
Mana saya tau itu batu beli dimana
Namanya saja kata titik dan titik lainnya
Titik berkata titik berkata
Kata bertitik kata bertitik
Kadang saya suka tanya
Kalau sudah ada koma
Jadi bisa menyela

Memang kata kata sering tanpa makna
Dan para ahli kata kata mulai mengaduk aduk semuanya
Memanipulasi sedemikian rupa
Menjadikan kata seperti Asu berarti Anjing
Dan tak boleh diucapkan dengan melihat wajah orang lain
Apalagi diteriakkan keras keras di
Pengeras suara masjid sesudah adzan subuh
Bagiku sah sah saja berkata asu usa sau dan terserah anda
Toh maknanya bagi tiap orang ada ada saja
Buat saya maknanya tergantung
Diucapkan buat siapa

Lalu memangnya siapa saya
Menulis remeh temeh aneh aneh
Saya saja tidak tahu pasti siapa saya
Saya saja bukan saya
Yang jelas
Saya tidak mau mati muda sia sia

Selasa, 13 Desember 2011

Fragmen Hidup

hidup itu menari
di atas tanah basah
membaui rumput dan ilalang
menyesap embun pagi
berebut cahaya dengan matahari

hidup itu menari
di atas rumput kering
menggores kaki dengan daun bambu
menggapai pucuk cemara angin
berlari di padang buta

hidup itu berlari
mengejar matahari menanti pagi
membuka langit menggapai bintang
bersama rusa di padang senja
menggambar awan di cakrawala

hidup itu berlari
menjelajah tiap jengkal tanah
menyelami tiap dasar laut
merasakan alam memanggil
menghapus luka
jelang hari baru

Kita

menyesali tiap kata yang terucap
menyadari melukai satu hati
aku terbangun dalam mimpi tentangmu
membuka pilihan hari baru

menyadari takkan ada penyesalan
hanya amarah karena tersia
aku bukan hijaumu mata hitam
yang memandang nyalang bintang senja

hanya mencoba resapi semua
dan peduli api jingga buta
pergi berlari terluka
dan takkan pernah kembali

karena takkan ada lagi hari yang sama
yang membuka makna setiap rasa
biarkanku pergi mengejar senja
menggapai bintang tutup malam

dan jangan kejar bila ku berlari
jangan jemput bila ku tak kembali
hanya harap menunggu nanti
semua kan terobati

dan saat itu kau kan sadari
aku benar
bagaimanapun nanti

Pilihan

hidup itu pilihan. mau hidup atau nggak aja pilihan. tiap detik yang dilalui itu pilihan. sebenernya, ngak ada seorangpun yang bisa maksa orang lain buat melakukan yang dia suruh. karena mau melakukan paksaan atau nggak itupun pilihan. dan bahkan memilih atau tidak juga pilihan.

pilihan itu tidak terbatas. di dalam sebuah pilihan selalu ada pilihan lain. atau mungkin jalan pintas. pilihan-pilihan itupun nggak disediakan oleh alam. tapi oleh kita sendiri. semuanya tergantung kita. dan hati nurani, meskipun kecil, nggak pernah bohong.

dan tiap pilihan yang kita buat selalu ada konsekuensinya. dalam tiap pilihan yang kita abaikan, ada konsekuensinya juga. konsekuensi itu berupa pilihan-pilihan lain. kita sebut lingkaran setan--tapi sebenernya bukan itu. lingkaran pilihan, ya. sebenernya hidup ini 'cuma' kumpulan pilihan dan semua konsekuensi yang ada di baliknya.

itulah mengapa takdir bisa dirubah: pilihan.

Jumat, 02 Desember 2011

Cinta Itu

Kita bilang cinta itu mengerti
Itu berarti mendengarkan
Itu berarti berpikir
Itu berarti memberi
Dan itu berarti melayani
Itu butuh hati yang sabar
Pikiran yang jernih
Dan tangan yang terbuka lebar

Kita bilang cinta itu menunggu
Itu berarti harus sabar
Itu berarti keyakinan
Itu berarti kepastian
Dan itu berarti bertahan
Itu butuh kesetiaan
Kejujuran dan waktu
Serta sebuah jawaban

Kita bilang cinta itu kebahagiaan
Itu berarti menginginkan
Itu berarti memiliki
Itu berarti menerima
Dan itu berarti merasa
Itu butuh hati yang lapang
Pikiran yang positif
Dan sebuah senyuman

Kita bilang cinta itu ini dan itu
Tapi bolehkan aku bilang
Cinta itu kamu

#gombalan buat seseorang disana :*

Tentang Rasa

rasa. seperti coklat, vanilla, atau stroberi. seperti manis, gurih, atau pedas. aku bukan pujangga atau perupa kata. aku ini perempuan. aku simpan suaraku hingga tiba waktunya untuk buka semua. dan lupakan luka, kalau bisa. aku punya beribu rasa. dan lebihbnayak lagi cara untuk mengungkapkannya. karena itu cinta.

bisakah kita melihat lingkaran dan refleksikan diri. bukan untuk membayangkanmu sebagai titik pusat dan aku garis lengkung yang selalu menjagamu. selalu ada untukku. tapi untuk membayangkan cinta. tanpa akhir. tanpa batas. tapi seolah kau tidak puas dengan lingkaran lalu kau menjadi bujur sangkar. aku memahamimu. mungkin terkadang lingkaran ingin memiliki empat sisi seperti aku ingin memilikimu. tapi aku harus pahami itu. karena aku ini perempuan.

terkadang aku ingin meniadakan batas diantara kita. agar aku punya alasan untuk memilikimu seutuhnya atau meninggalkanmu karena mencintai tanpa dicintai itu luka. ya, aku terluka. terluka karenamu. karena setiap senyum, tawa, kata, dan bayangmu memiliki beribu bias. dan aku tidak bisa mengerti setiap garis yang kau buat.

bukankah kita sebenarnya terbuat dari titik dan tinta dalam kertas yang sama. maka ijinkan aku menyatu denganmu, mencoba melebu dan mencari cara agar kita selalu satu. biarkan aku membuatmu mengerti bahwa tak ada lagi aku tetapi kita.

sungguh, aku ingin mencintaimu dengan sederhana. seperti sajak sapardi yang menggaung di alam pikirku. atau biarkan aku mencintaimu seperti aku mencintai matahari. merasakan panasnya meresap ke kulitku dan bangkitkan setiap sendi hidupku. biarkan aku mencintaimu seperi matahari. yang melihatnya buatku bahagia. walau aku tak mampu menyentuhnya. biarkan aku mencintaimu dengan sederhana. walau aku mungkin tak mampu merengkuh hatimu. karena kau memang matahariku.

ajari aku mengerti bahwa bola itu bulat. maka aku akan memberitahumu bahwa matahari itu hangat. ajari aku mengerti bahwa hitam tak selalu salah. maka aku akan memberitahumu bahwa putih tak selalu benar. ajari aku mengerti hatimu. maka aku akan memberimu separuh hatiku. karena kau memang matahariku.

terkadang aku ingin mengerti. mengapa kau coba masuki semua batas yang kubuat dan bermain di dalamnya. membuatku bahagia walau kau tak sadari semua.

beritahu aku. bahwa senyummu, tawamu, kata-katamu, dan bayangmu berarti satu. maka kita akan menapaki jalan bersama. sekali ini saja, biarkan aku bahagia denganmu.